Pendidikan yang Tertinggal di desa Tumbang Kawei

Pendidikan yang Tertinggal

Banyak orang bilang pendidikan itu sebagai kunci kemajuan bangsa. Namun, di desa saya sendiri yaitu Desa Tumbang kawei kecamatan sanaman mantikei kabupaten Katingan, sangat berbeda. Di tempat yang jauh dari kota pendidikan disana masih sangat tertinggal jauh, salah satu masalah utama kurangnya tenaga pengajar.
Tidak semua sekolah punya guru yang lengkap sesuai kebutuhan dan mata pelajaran. 
Bahkan tidak jarang dimana satu guru harus mengajar 2-4 kelas dan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam sehari, karena itu proses pembelajaran tidak berjalan maksimal. Siswa jarang mendapatkan pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan, sehingga pemahaman mereka terhadap materi pelajaran sangat terbatas bahkan ada beberapa siswa yang belum bisa membaca karena jarang belajar belajar di sekolah.

Selain itu, lokasi desa yang sangat terpencil jauh dari kota. Di desa tumbang kawei juga tidak adanya sinyal internet jadi guru dan siswa hanya belajar dari buku yang ada saja tidak bisa melihat dari internet untuk mencari bahan belajar. Hal ini juga menyebabkan siswa dan guru tertinggal dibandingkan dengan anak-anak di kota yang memiliki fasilitas dan akses pendidikan yang memadai.
Di kota, siswa dapat menikmati teknologi, guru yang cukup, serta lingkungan belajar mendukung,  sementara yang di plosok siswa harus berjuang hanya bisa mengikuti pelajaran dasar.

Sangat di perlukan perhatian pemerintah bagi desa tumbang kawei untuk membantu dan mengatasi permasalahan yang ada disana. Penempatan guru secara merata,
Pendidikan tidak boleh hanya berkembang di kota, tapi juga harus menjangkau hingga ke plosok. Anak-anak yang di plosok memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua sisi berbeda sahabatku

Day 1 PLP 1